About Onzai Momotaro and His Daughter
Gadis kecil itu berlari dengan ceria, menghampiri ayahnya yang baru saja selesai bekerja. Seukir senyum terulas di wajahnya, menampilkan sederet gigi susu yang tersusun rapi.
"Otou-san, okaeri!" sambutnya sambil memeluk kaki ayahnya.
"Momiji, kau belum tidur?" Momotaro meletakkan tasnya di meja, kemudian mengintip sebentar ke dalam kamarnya. "Ibumu saja sudah tidur. Mengapa kau belum tidur?"
"Aku ... takut ... di bawah tempat tidur ... ada monster," ringis sang gadis.
"Tidak, tidak ada monster di kolong tempat tidur," sangkal Momotaro sambil membuka kamar putrinya. "Tidurlah, Momiji."
"Takut...."
Momotaro menghela napasnya pelan. Rasa tak tega meliputi hatinya. Momotaro masuk ke dalam kamar bernuansa merah muda tersebut, kemudian mengarahkan pandangannya ke tempat tidur Momiji. "Ayah akan menemanimu sampai tidur, jadi jangan khawatir." Dielusnya rambut sang putri semata wayangnya perlahan.
"Janji...?"
Momotaro tersenyum tipis sambil mengagguk. "Ayah sudah memeriksa kolong tempat tidurmu. Tidak ada apa-apa di sana, jadi jangan khawatir." Begitu putrinya sudah berada di atas tempat tidur, Momotaro segera menyelimutinya. Tak lupa, ia mengambil buku dongeng kesukaan putrinya.
"Dongeng sebelum tidur?" terka Momiji.
Sekali lagi, Momotaro mengangguk. Ia mulai bersuara, membaca cerita klasik pengantar tidur. Baru saja ia membaca sepertiga dari keseluruhan cerita, dengkuran halus dari Momiji sudah dapat didengarnya. Momotaro mengelus pelan wajah putrinya, lalu mendaratkan kecupan singkat di dahi Momiji.
"Selamat malam, sayang."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar